Berita

Warga Baru Ujung Kulon: Anak Badak Jawa Kelima dari Induk Desy Terekam Camera Trap

Senin, 02 Nov 2026 | Siaran Pers

warga-baru-ujung-kulon-anak-badak-jawa-kelima-dari-induk-desy-terekam-camera-trap

SIARAN PERS
Nomor: SP. 661/HKLN/11/2026

Jakarta, 2 November 2026 - Kabar gembira datang dari Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Satu individu anak Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) kembali lahir dan terekam kamera jebak (camera trap) pada tanggal 10 Oktober 2026. Anak badak tersebut terpantau sedang berkubang bersama induknya yang teridentifikasi bernama Desy.

Berdasarkan hasil analisis tim monitoring Badak Jawa Balai TNUK, anak ini merupakan kelahiran ketiga dari induk Desy bersama pejantan yang diduga kuat bernama Musofa.
Desy tercatat sebagai salah satu induk produktif di Semenanjung Ujung Kulon.

Dalam kurun waktu 8 tahun terakhir, Desy telah berhasil melahirkan 5 ekor anak yaitu Arjuna pada tahun 2013, Arum pada tahun 2015, Hawa pada tahun 2018, Syauki tahun 2024 dan anakan kelima terekam 10 Oktober 2026 (kelahiran terbaru). Kelahiran ini menjadi bukti bahwa habitat Ujung Kulon masih ideal, dan upaya perlindungan intensif yang dilakukan berjalan efektif.

"Alhamdulillah, ini adalah anugerah dan harapan besar bagi kelestarian Badak Jawa yang merupakan spesies paling langka di dunia dan hanya ada di Indonesia," ujar Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Mahfudz.

Kelahiran dari induk Desy kali ini juga membuktikan bahwa upaya dalam menjaga keamanan kawasan, melalui patroli intensif UKP dan pengamanan habitat dari gangguan, telah memberikan rasa aman bagi satwa untuk berkembang biak secara alami.

"Ini bukan hanya kebahagiaan TNUK, tapi kebahagiaan Indonesia dan dunia. Kami berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan, termasuk upaya rasionalisasi habitat melalui Javan Rhino Study and Conservation Area (JRSCA)," imbuh Mahfudz.

Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ardi Andono menambahkan bahwa anak Badak Jawa dari induk Desy ini pertama kali teridentifikasi pada tanggal 10 Oktober 2026 pukul 21.35 WIB melalui rekaman camera trap. Dari rekaman, terlihat kondisi anak sangat sehat, aktif mengikuti induknya, dengan perkiraan usia sekitar 1-2 bulan.

"Induk Desy sendiri terpantau dalam kondisi sangat baik dan berpengalaman dalam mengasuh anak. Tim kami akan terus melakukan monitoring intensif di sekitar lokasi untuk memastikan induk dan anak tetap aman tanpa memberikan gangguan. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh Tim UKP dan Mitra yang telah bekerja tanpa henti menjaga kawasan," ujarnya.

Kementerian Kehutanan mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Badak Jawa dengan tidak melakukan aktivitas ilegal di dalam kawasan dan mendukung upaya konservasi.


Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Ardi Andono

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri