Siaran Pers

Balai KSDA Sumatera Barat Evakuasi Harimau Sumatera yang Masuk Perangkap di Area Permukiman dan Sekolah

Rabu, 12 Agt 2026 |

balai-ksda-sumatera-barat-evakuasi-harimau-sumatera-yang-masuk-perangkap-di-area-permukiman-dan-sekolah

SIARAN PERS
NOMOR: SP.397/HKLN/08/2026

Agam, 12 Agustus 2026 – Kementerian Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat merespons cepat laporan interaksi negatif antara masyarakat dengan satwa dilindungi Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.

Pada hari Senin (10/8/2026) pukul 16.30 WIB Balai KSDA Sumbar menerima laporan dari masyarakat bahwa 2 ekor kambing milik warga menjadi korban terkaman Harimau Sumatera. Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) segera turun ke lapangan untuk verifikasi.

Berdasarkan hasil verifikasi benar ditemukan 1 ekor kambing ditemukan mati di dalam kandang dengan luka gigitan di bagian leher, sementara 1 ekor lainnya telah dibawa HS ke semak-semak dan hanya tersisa 2 kaki bagian depan.

Lokasi Kejadian berjarak ±50 meter di belakang SDN 10 Palimbatan, ±100 meter dari SMP Negeri 1 Palupuh, dan ±150 meter dari Masjid Syukra. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena berada di kawasan pemukiman dan area sekolah. Sebelumnya tercatat interaksi negatif terakhir terjadi pada tanggal 31 Juli 2026 dengan korban anjing dan kambing milik masyarakat.

Melihat frekuensi kejadian yang berulang dan masih berkeliarannya harimau sumatera di sekitar pemukiman dan area sekolah, Balai KSDA Sumbar melakukan pemasangan Perangkap Jebak (Box Trap) pada hari Selasa, 11 Agustus 2026 pukul 18.00 WIB. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 19.45 WIB, tim yang masih berada di sekitar lokasi mendapat laporan dari penjaga SDN 10 Palimbatan bahwa Harimau Sumatera telah masuk ke dalam perangkap.

Tim Balai KSDA Sumatera Barat, saat ini telah melakukan evakuasi terhadap Harimau Sumatera tersebut dengan berkoordinasi bersama Polsek Palupuh untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman dan terkendali. Evakuasi dilakukan dengan mengutamakan keselamatan masyarakat sekaligus meminimalkan risiko terhadap satwa.

Setelah berhasil dievakuasi, Harimau Sumatera tersebut dititipkan pada Lembaga Konservasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh tim medis dan dokter hewan.

Untuk menjaga keamanan bersama, Kementerian Kehutanan menghimbau untuk masyarakat di sekitar lokasi meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas seorang diri, khususnya pada malam hari di sekitar lokasi yang berpotensi menjadi jalur pergerakan satwa. Masyarakat juga diminta untuk tidak mendekati, mengejar, atau mencoba menangkap satwa liar apabila kembali terlihat, serta segera melaporkan kemunculannya kepada Balai KSDA atau aparat setempat.

Informasi lebih lanjut:
Kepala Balai KSDA Sumatera Barat
Hartono

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X:@kemenhut_ri