Siaran Pers

Hotspot Naik Jadi 154 Titik, Kalteng Jadi Fokus Penguatan Operasi

Jumat, 30 Okt 2026 |

hotspot-naik-jadi-154-titik-kalteng-jadi-fokus-penguatan-operasi

SIARAN PERS
Nomor: SP.653/HKLN/10/2026

Jakarta, 30 Oktober 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional meningkat pada pemantauan Kamis, 29 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, terdeteksi 154 hotspot, meningkat 36 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 118 hotspot.

Perubahan juga terjadi pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla. Setelah sehari sebelumnya seluruhnya nihil hotspot high confidence, pada pemantauan terbaru tercatat 18 hotspot, terdiri atas 17 titik di Kalimantan Tengah dan 1 titik di Sumatera Selatan. Sementara Kalimantan Barat, Jambi, Kalimantan Selatan, dan Riau tetap nihil hotspot high confidence.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa peningkatan tersebut menjadi dasar untuk kembali memperkuat kewaspadaan dan respons lapangan, terutama di Kalimantan Tengah. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui patroli dan groundcheck.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 29 Oktober menunjukkan operasi masih berlangsung di sejumlah lokasi di Kalimantan Tengah. Di KHDTK Tumbang Nusa, Pulang Pisau, Manggala Agni Kemenhut melakukan pembasahan lahan, patroli dan monitoring untuk mencegah kebakaran kembali muncul. Sementara di Sakakajang dan Tanjung Taruna, masih ditemukan banyak kepulan asap pada lahan gambut sehingga diperlukan pemadaman lanjutan.

Operasi juga masih berlangsung di Taman Nasional Tanjung Puting, tepatnya di Sei Sekonyer–Tanjung Harapan, Kotawaringin Barat. Lokasi berada pada lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah dan hingga laporan terakhir bara belum sepenuhnya padam. Manggala Agni Kemenhut terus melakukan pemadaman dengan dukungan sumber air dari sekitar lokasi.

Di Sumatera Selatan, kondisi lapangan menunjukkan perkembangan yang berbeda antarwilayah. Di Talang Rimba, Ogan Komering Ilir, operasi gabungan telah berhasil memadamkan api. Namun di Timbangan, Ogan Ilir, masih ditemukan asap dan diperlukan penyisiran serta pemadaman lanjutan pada lahan bergambut.

Di Jambi, perkembangan relatif membaik. Api di Desa Tanjung, Muaro Jambi telah dinyatakan padam. Di Simpang Datuk, Tanjung Jabung Timur, api aktif juga telah padam meskipun pada beberapa bagian masih ditemukan spot asap tipis, sehingga pemantauan tetap dilakukan oleh Manggala Agni Kemenhut dan unsur terkait.

Sementara di Kalimantan Selatan, api di Desa Nusa Indah, Tanah Laut telah berhasil dipadamkan. Di Landasan Ulin Barat, Banjarbaru, api pada area yang ditangani telah dapat dikendalikan, tetapi asap tebal masih terpantau pada beberapa titik sehingga operasi dan monitoring tetap dilanjutkan.

Di Kalimantan Timur, tim melakukan groundcheck dan mopping up di Bontang Lestari untuk memastikan api benar-benar padam. Sementara di Desa Santan Tengah, Kutai Kartanegara, Manggala Agni Kemenhut bersama masyarakat masih melakukan pemadaman karena api belum sepenuhnya padam.

Operasi juga terus dilakukan di Sulawesi. Di Desa Matialemba, Poso, Sulawesi Tengah, api telah berhasil dipadamkan. Namun di Desa Berdikari, Sigi, pemadaman masih berlanjut. Sementara di Puncak Indah, Luwu Timur, Sulawesi Selatan, api telah dinyatakan padam.

Dukungan operasi udara tetap disiagakan. Sebanyak 61 unit armada udara dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla, terdiri atas 24 unit pesawat untuk patroli/CASA dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 unit helikopter untuk operasi water bombing. Operasi udara tetap berjalan berdampingan dengan pemadaman darat, pembasahan, penyisiran bara, dan mopping up.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa dinamika hotspot dapat berubah dengan cepat. Karena itu, ukuran keberhasilan penanganan tidak semata-mata dilihat dari naik atau turunnya jumlah hotspot, tetapi dari kondisi aktual di lapangan, yaitu memastikan api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.


Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri