Siaran Pers

Hotspot Nasional 118 Titik, Enam Provinsi Prioritas Tetap Nihil

Jumat, 30 Okt 2026 |

hotspot-nasional-118-titik-enam-provinsi-prioritas-tetap-nihil

SIARAN PERS
Nomor: SP.652/HKLN/10/2026

Jakarta, 29 Oktober 2026 – Jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence) secara nasional meningkat pada pemantauan Rabu, 28 Oktober 2026 pukul 21.00 WIB. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan dari satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20, terdeteksi 118 hotspot, meningkat 39 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 79 hotspot.

Sebaran hotspot didominasi Papua Selatan sebanyak 84 titik, disusul Kalimantan Timur 24 titik, Sulawesi Selatan 5 titik, Sulawesi Tengah 4 titik, dan Sulawesi Barat 1 titik. Sementara itu, enam provinsi prioritas pengendalian karhutla—Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan—tetap nihil hotspot high confidence untuk hari kedua berturut-turut.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa perubahan jumlah hotspot harus dibaca bersama kondisi aktual di lapangan. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi satelit dan tidak dapat langsung disamakan dengan jumlah kejadian kebakaran maupun luas areal yang terbakar. Karena itu, groundcheck, patroli, dan pengecekan langsung tetap dilakukan.

Perhatian juga diarahkan ke Papua Selatan yang mencatat hotspot tertinggi pada pemantauan terakhir. Berdasarkan Laporan Posko Kementerian Kehutanan, Provinsi Papua Selatan saat ini berada dalam status tanggap darurat karhutla hingga 28 November 2026.

Laporan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan tanggal 28 Oktober menunjukkan bahwa operasi lapangan masih berlangsung meskipun hotspot high confidence nihil di sejumlah provinsi prioritas. Di Jambi, api di Simpang Terusan, Batang Hari telah berhasil dipadamkan. Namun operasi masih berlangsung di Simpang Datuk, Tanjung Jabung Timur, serta Desa Tanjung, Muaro Jambi, yang berada pada lahan gambut dan hingga laporan terakhir belum sepenuhnya padam.

Di Sumatera Selatan, api di Timbangan, Ogan Ilir telah berhasil dipadamkan. Sementara di Talang Rimba, Ogan Komering Ilir, tim gabungan masih menghadapi kebakaran bawah pada lahan gambut. Hujan sedang hingga lebat telah terjadi pada siang dan sore hari, namun api masih membutuhkan pemadaman lanjutan. Operasi dilakukan melalui penyekatan, pemutusan penjalaran api, dan pemadaman dari beberapa sisi oleh Manggala Agni Kemenhut bersama TNI, Polri, RPK, dan unsur terkait.

Di Kalimantan Selatan, tim melakukan pemadaman di Landasan Ulin Barat, Banjarbaru. Api pada area yang ditangani telah dapat dikendalikan, tetapi asap tebal masih terpantau pada beberapa titik sehingga pemantauan dan penanganan tetap diperlukan.

Sementara itu, di Kalimantan Timur, yang pada pemantauan terbaru mencatat 24 hotspot high confidence, Manggala Agni Kemenhut bersama Disdamkarmat, TNI, Polri, Tagana, dan unsur lainnya melakukan pemadaman di Sambaliung, Kabupaten Berau. Berdasarkan laporan lapangan, api di lokasi tersebut telah berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Di Sulawesi Tengah, operasi masih dilakukan di Desa Berdikari, Kabupaten Sigi, serta Desa Matialemba, Kabupaten Poso. Hingga laporan terakhir, api pada kedua lokasi tersebut belum sepenuhnya padam sehingga penanganan lapangan dilanjutkan.

Perkembangan tersebut kembali menunjukkan bahwa nihilnya hotspot di suatu wilayah tidak selalu berarti api dan bara di lapangan telah sepenuhnya padam. Terutama pada lahan gambut, bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun tidak lagi terdeteksi sebagai hotspot. Pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan karena itu tetap dilakukan sampai kondisi dinyatakan aman.

Dukungan operasi udara juga tetap disiagakan. Sebanyak 61 unit armada udara telah dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla, terdiri atas 24 unit pesawat untuk patroli/CASA dan Operasi Modifikasi Cuaca serta 37 unit helikopter untuk operasi water bombing.

Dalam perkembangan terakhir terkait arahan Menteri Kehutanan, Menhut Raja Juli Antoni sebelumnya meminta momentum potensi hujan hingga awal November dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperkuat pembasahan. Setelah periode tersebut, patroli gabungan akan diperkuat untuk mencegah munculnya kembali titik api, terutama di wilayah rawan dan kawasan bergambut. Arahan tersebut disampaikan Menhut saat mengecek penanganan karhutla di Jambi bersama pemerintah daerah, TNI, Polri, dan unsur terkait pada 27 Oktober.

Manggala Agni Kemenhut bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, dunia usaha, relawan, dan seluruh unsur terkait terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, penyisiran bara, mopping up, dan pendinginan sesuai kondisi aktual di lapangan.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa ukuran keberhasilan pengendalian karhutla tidak semata-mata pada naik atau turunnya jumlah hotspot. Yang harus dipastikan adalah api dan bara benar-benar padam, kebakaran tidak kembali muncul, dampak asap berkurang, masyarakat terlindungi, serta kawasan hutan dan keanekaragaman hayati tetap terjaga.

Masyarakat dan pelaku usaha diimbau untuk tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas melalui Posko Karhutla Kementerian Kehutanan di nomor telepon 021-5704618 atau WhatsApp +62 8131-00-35000, agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri