Siaran Pers

Hotspot Nasional Turun Signifikan, Pengendalian Sumsel-Kalteng Diperkuat

Selasa, 29 Sep 2026 |

hotspot-nasional-turun-signifikan-pengendalian-sumsel-kalteng-diperkuat-1

SIARAN PERS
Nomor: SP.564/HKLN/09/2026

Jakarta, 29 September 2026 - Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), meskipun pemantauan terbaru menunjukkan penurunan jumlah hotspot cukup signifikan secara nasional. Berdasarkan data SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Senin (28/9) pukul 21.00 WIB, terdeteksi 365 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, turun 194 titik dari 559 hotspot pada Minggu (27/9).

Penurunan secara nasional menjadi perkembangan positif, namun dinamika di setiap wilayah berbeda. Dari enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, Sumatera Selatan mencatat jumlah hotspot high confidence tertinggi, sementara Kalimantan Tengah mengalami penurunan cukup signifikan. Perkembangan hotspot high confidence di enam provinsi prioritas sebagai berikut:
• Sumatera Selatan: 96 titik, meningkat dari 29 titik;
• Kalimantan Tengah: 37 titik, turun dari 134 titik;
• Jambi: 25 titik, meningkat dari 5 titik;
• Kalimantan Selatan: 4 titik, turun dari 25 titik;
• Kalimantan Barat: nihil, sebelumnya 11 titik; dan
• Riau: nihil, sama seperti sehari sebelumnya.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot high confidence di enam provinsi prioritas turun dari 204 menjadi 162 titik. Penguatan operasi saat ini tetap diarahkan terutama ke wilayah yang menunjukkan peningkatan maupun masih memiliki aktivitas hotspot tinggi, khususnya Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kementerian Kehutanan kembali menegaskan bahwa hotspot bukan merupakan jumlah kejadian kebakaran. Hotspot adalah indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga seluruh indikasi tetap harus diverifikasi melalui groundcheck atau pemeriksaan langsung di lapangan.

Operasi Darat dan Udara Tetap Diperkuat
Pengendalian karhutla terus dilakukan melalui operasi terpadu di darat maupun udara. Pemerintah saat ini menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk water bombing. Sebanyak 55 unit armada udara mendukung penanganan di enam provinsi prioritas, sementara enam unit water bombing lainnya ditempatkan untuk mendukung penanganan di wilayah terdampak lainnya.

Di lapangan, Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, serta pendinginan.

Perhatian khusus tetap diberikan pada kawasan gambut. Api pada lahan gambut dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di atas permukaan telah terlihat padam. Karena itu, proses pembasahan dan pendinginan harus terus dilakukan hingga lokasi benar-benar aman.

Pantauan Kondisi Udara dan Jarak Pandang
Berdasarkan pantauan PM2.5 BMKG, secara umum sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori kualitas udara baik hingga sedang. Namun demikian, masih terlihat beberapa kantong wilayah dengan kategori tidak sehat hingga sangat tidak sehat, terutama pada sebagian wilayah yang perlu terus mendapat perhatian.

Kondisi kualitas udara tidak hanya dipengaruhi karhutla dan dapat berubah mengikuti kondisi meteorologis. Masyarakat diminta terus mengikuti pembaruan informasi resmi BMKG dan pemerintah daerah.

Pantauan BMKG Aviation pada sejumlah bandara utama di provinsi prioritas pada malam 28 September menunjukkan jarak pandang yang bervariasi. Supadio Pontianak tercatat sekitar 2 kilometer dengan kondisi berasap, sementara Pekanbaru sekitar 8 kilometer, Jambi 7 kilometer, Palembang 10 kilometer atau lebih, dan Banjarmasin sekitar 9 kilometer.

Kondisi jarak pandang dapat berubah dalam waktu relatif singkat sesuai kondisi cuaca dan konsentrasi partikel di udara. Karena itu, pemantauan terus dilakukan untuk mendukung operasi karhutla sekaligus memastikan keselamatan aktivitas masyarakat dan penerbangan.

Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah yang mengalami penurunan kualitas udara, untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.

Masyarakat dan pelaku usaha juga kembali diingatkan tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, maupun aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.

Kontak pelaporan informasi karhutla di Posko Karhutla Kementerian Kehutanan
• Telepon: 021-5704618
• WhatsApp: +62 8131-00-35000
• Email: posko.karhutla@kehutanan.go.id
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri
Ristianto Pribadi

Website: www.kehutanan.go.id
YouTube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: @kemenhut
X: @kemenhut_ri