Tindak Lanjuti Arahan Presiden Prabowo, Menteri Kehutanan Pastikan Stok Bibit Aman di Persemaian Fatukoa
Sabtu, 01 Agt 2026 |

SIARAN PERS
Nomor: SP. 360/HKLN/08/2026
Kupang, 1 Agustus 2026. Gerak cepat Kementerian Kehutanan merespon arahan Presiden RI, Prabowo Subianto saat Kunjungan Kerja di Kab. Batang, Jawa Tengah (30/7), Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni meninjau Pesemaian Permanen Fatukoa, Kupang, NTT (31/7).
Sebagaimana diketahui, dalam arahannya, Presiden RI saat kunjungan kerja di Batang, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup sebagai bagian dari transformasi bangsa menuju Indonesia yang lebih sejahtera dan asri. Presiden menginstruksikan gerakan nasional untuk mengembalikan kehijauan alam Indonesia.
"Kalau pohon sudah banyak berkurang, kita tanam ratusan juta pohon," tegas Presiden Prabowo.
Presiden juga secara khusus meminta Menteri Kehutanan untuk membangun pusat-pusat persemaian (nursery) guna menyediakan benih-benih pohon yang berkualitas di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini bertujuan agar setiap kota dan kabupaten memiliki akses terhadap bibit pohon yang baik guna mendukung terciptanya lingkungan yang indah dan estetik.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, hari Jum'at (31/7) meninjau Pesemaian Permanen Fatukoa, di Kupang, NTT untuk memastikan ketersediaan stok bibit setempat. Pesemaian Permanen Fatukoa merupakan unit kerja dalam UPT BPDAS Benain Noelmina, NTT.
Ditengah kondisi alam yang keras dan penuh tantangan, Persemaian Permanen Fatukoa, NTT yang dibangun tahun 2010 langsung mulai produksi sebanyak 100.000 batang. Saat ini, kapasitas produksinya sendiri mencapai 1 juta batang/tahun.
Jenis-jenis bibit di pesemaian ini meliputi merbau, mahoni, trembesi, kemiri, asam, gmelina. Bibit Multi Purpose Tree Species (MPTS) antara lain jambu biji, alpukat, kopi, serta jeruk bali yang memiliki manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat.
Bibit-bibit tersebut dimanfaatkan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, penghijauan kawasan, pemulihan daerah aliran sungai, serta peningkatan tutupan vegetasi sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim.
Selain sebagai pusat produksi bibit, Persemaian Permanen Fatukoa juga berfungsi sebagai pusat sarana edukasi dan pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, kelompok tani hutan, masyarakat, serta berbagai pemangku kepentingan mengenai teknik pembibitan, pemeliharaan tanaman, dan pentingnya pelestarian lingkungan.
"Kita apresiasi upaya luarbiasa dari BPDAS Benain Noelmina ini, dari apa yang ditolak oleh masyarakat, dengan cara persuasif, komunikasi yang baik, akhirnya kita liat daerah yang awalnya kritis, menjadi hijau. Kita lihat tadi sumber air yang tadinya kering sekarang dapat mengalir deras." ujar Raja Antoni
"Menindak lanjuti arahan Bapak Presiden di Batang kemarin, dimana beliau memberikan pesan sangat spesifik kepada Kementerian Kehutanan, untuk memproduksi bibit lebih banyak lagi, puluhan juta atau berapapun, yang tujuannya adalah membuat lingkungan kita asri, alam lebih natural. Karena itu kita akan memproduksi lebih banyak lagi bibit, membangun lebih banyak lagi pesemaian, kita kembangkan dengan teknologi yang lebih mutakhir sehingga bibit kita lebih baik sehingga ketika ditanam masyarakat, kemungkinan hidupnya akan lebih tinggi. Sekali lagi, kita mendukung program ASRI Bapak Presiden, terutama dari aspek keindahan, keamanan, kelestarian lingkungan maupun hutan dan alam di sekeliling perumahan kita." tambah Menteri Kehutanan.
Untuk mengoptimalkan pelayanan bagi masyarakat yang memerlukan informasi maupun cara mendapatkan bibit pohon Kementerian Kehutanan menyediakan dashboard stok bibit pesemaian Indonesia yang dapat diakses melalui tautan bibitgratis.com. Informasi tentang bibit gratis juga dapat diakses melalui tautan web resmi Kementerian Kehutanan di https://www.kehutanan.go.id/ayotanampohon.
Kementerian Kehutanan telah membangun fasilitas persemaian bibit yang tersedia dan tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Saat ini Kementerian Kehutanan telah memiliki stok bibit nasional 5 juta bibit lebih, 55 pesemaian aktif yang tersebar di 34 propinsi dibawah naungan 37 unit BPDAS. Fasilitas ini dibangun untuk memastikan pemenuhan kebutuhan bibit pohon dalam program penghijauan nasional dapat terpenuhi secara cepat.
Penanggung jawab berita:
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerjasama Luar Negeri, Kementerian Kehutanan,
Ristianto Pribadi
Website: www.kehutanan.go.id
Youtube: Kementerian Kehutanan
Facebook: Kementerian Kehutanan
Instagram: Kemenhut
Twitter/X: @kemenhut_ri



